Terbaru

Kemarau Panjang, Sumur-Sumur Warga Anjani Mulai Tak Berair

radiokancanta.com – Tahun ini, musim kemarau cukup panjang dialami masyarakat di Lombok Timur pada umumnya. Hingga pertengahan Bulan November, hujan masih sangat jarang terjadi. Kalaupun ada, masih seperti gerimis dan tidak merata di seluruh wilayah Lombok Timur. Padahal, biasanya saat memasuki Bulan November, curah hujan sudah sangat lebat mengguyur Bumi Patuh Karya.

Akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini, warga Desa Anjani Kecamatan Suralaga sudah mulai resah karena sumur-sumur bor milik warga sudah banyak yang tidak berair. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu, karena air merupakan kebutuhan dasar yang setiap hari diperlukan.

Di beberapa kawasan di Desa Anjani, seperti Darul Hijrah, Gelogor dan Kepah, keringnya sumur-sumur bor milik warga sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Tidak hanya warga setempat yang menjadi resah, para santri dan santriwati yang banyak tinggal di kost-kostan milik warga di daerah ini juga turut mengeluhkan kondisi keringnya sumur-sumur bor yang ada di kawasan tersebut.

Menurut salah seorang santri, Azhari Azhar, mahasiswa semester 5 Universitas NW Mataram Kampus Anjani yang dikonfirmasi Kancanta di Anjani, baru-baru ini mengungkapkan bahwa warga dan para santri harus rela ke kali untuk keperluan mandi dan mencuci dikarenakan banyak sumur bor milik warga yang sudah tidak berair walaupun sudah banyak yang dilakukan penambahan kedalamannya. Namun, karena memang sumber air yang sudah menipis akibat banyaknya sumur bor yang dibuat warga, ditambah musim kemarau yang cukup panjang, kekeringan tak bisa dielakkan.

Para santri, ungkapnya, harus tetap bertahan walau dalam kondisi yang tidak bersahabat tersebut. Karena aktifitas di kampus masih banyak. Sehingga, tidak memungkinkan untuk meninggalkan kost dan kembali ke rumah masing-masing. Sebagai solusinya, para santri dan warga memanfaatkan air kali untuk keperluan mandi dan mencuci. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: