HukumTerbaru

Pemda Minta Awak Media Perangi Hoax Dan Kejahatan Di Media Sosial

radiokancanta.com – Menjelang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan calon legislatif yang sudah di depan mata. Berbagai informasi terkait kubu-kubu yang ikut berkontestasi kian tersebar luas. Ada yang memberitakan prestasi, ada juga yang sifatnya menyerang pihak lawan. Bahkan, yang menjadi perhatian serius adalah semakin merebaknya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya yang sengaja diproduksi untuk menjatuhkan rival. Terkait hal ini, Pemerintah Daerah Lombok Timur menghimbau seluruh awak media, terutama media online yang ada di Lombok Timur agar ikut memerangi penyebaran berita bohong (hoax) dan tindak kejahatan di media sosial. Hal ini disampaikan Bupati Lombok Timur yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, H. Ridatul Yasa saat membuka sarasehan yang digelar Forum Wartawan Media Online Kabupaten Lombok Timur yang mengangkat tema peran cyber media dalam mengawal kebijakan di Lombok Timur dan menangkal berita hoax jelang pilpres 2019 di Lesehan Arbi, Rempung Kecamatan Pringgasela, Sabtu (9/3).

H. Yaya (sapaan akrabnya) mengharapkan informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang baik, yang berguna bagi masyarakat. Sebab saat ini, semua lapisan masyarakat sudah mengenal dan menggunakan media sosial. Bahkan, anak-anakpun sudah banyak yang memanfaatkan media sosial, baik untuk belajar maupun kepentingan lainnya. Karena itulah, diperlukan adanya penyaringan informasi yang disebarkan melalui media sosial agar dapat menghindari terpengaruhnya masyarakat dengan informasi-informasi yang tidak benar yang dapat menimbulkan kerawanan di tengah masyarakat.

Dikatakannya bahwa penggunaan media sosial oleh masyarakat ini karena begitu mudahnya mendapatkan akseanya. Bermodalkan handphone android yang sudah demikian banyak di masyarakat dan ketersediaan jaringan internet, semua bisa mengakses segala macam informasi yang disebarkan di media sosial. Baik itu informasi yang positif maupun yang negatif.

Media di Lombok Timur hendaknya dapat menyampaikan pesan yang baik dan benar. Sebelum menyebarkan informasi, diharapkan adanya upaya kroscek terlebih dahulu agar informasi yang disebarluaskan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Penyebaran berita bohong alias hoax ini menjadi perhatian serius pemerintah, karenanya, H. Yaya meminta semua pihak ikut memeranginya. Sebab, hoax sangat berbahaya. Bukan hanya bagi media yang menyebarkannya, masyarakatpun akan terkena dampaknya. Karena penyebaran hoax terus dipantau pemerintah dan akan ditindak tegas dengan Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana yang ancaman hukumannya bisa mencapai 10 tahun kurungan.

Penyebaran berita bohong, fitnah maupun ujaran kebencian melalui media sosial terus dipantau Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Direktorat Cyber Crime Mabes Polri. Karena itulah, lanjut H. Yaya, pengguna media sosial hendaknya berhati-hati dalam bermedia sosial. Sebab, jejak digital pengguna medsos langsung disimpan Kominfo dan Cyber Crime Polri, walaupun sudah dihapus pemilik akun. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: