Terbaru

Badrin Ajak Para Politisi Untuk Tidak Memainkan Politik Uang

radiokancanta.com – Aroma persaingan antara calon legislatif yang bertarung memperebutkan simpati masyarakat agar dapat duduk di parlemen, dari tingkat kabupaten hingga pusat semakin nyata. Pergerakan calon ataupun para tim sukses semakin gencar turun menyambangi masyarakat.

Berbagai macam cara dan taktik diterapkan masing-masing kontestan agar mampu memenangkan persaingan memperebutkan suara rakyat. Sehingga, pada 17 April mendatang bisa dinyatakan sebagai calon legislatif terpilih dengan perolehan suara terbanyak untuk tiap-tiap partai yang mendapatkan jatah kursi parlemen.

Ada yang mengadakan pengumpulan massa secara rutin untuk menyampaikan program-program yang diusung, ada juga yang secara konsisten bergerak dari rumah ke rumah menyambangi masyarakat seraya menyampaikan hal-hal yang ingin diwujudkan saat duduk menjadi anggota legislatif nantinya. Adu program yang menjadi visi misi calon hingga mengambil simpati dengan memberikan bantuan langsung bagi masyarakat menjadi jurus mendekati masyarakat. Tak hanya itu, menjadi hal yang sudah dipandang lumrah adalah adanya desas desus jual beli suara antara caleg dengan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan politik uang alias money politic.

Terkait politik uang ini, salah seorang calon legislatif dari Partai Demokrat, Badrin mengharapkan kesadaran para caleg untuk tidak melakukan hal itu sebagai cara mendapatkan suara. Sebab, tindakan politik uang merupakan langkah yang menciderai demokrasi yang seharusnya menjual ide dan gagasan, bukan mengandalkan uang atau materi semata.

Sebagai politisi muda, Badrin mengharapkan para politisi lainnya untuk meninggalkan politik uang sebagai cara mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi. Demikian disampaikannya kepada Kancanta, pada Sabtu (30/3) di Jerowaru.

Kepada masyarakat, Badrin juga berpesan agar menghilangkan ungkapan ada uang ada suara dengan menjadikan gagasan para caleg sebagai acuan dalam menentukan pilihan. Sebab, para caleg yang terpilih nantinya itu merupakan figur yang harus benar-benar mampu menjadi penyambung aspirasi masyarakat. Bukan mereka yang hanya sibuk mencari celah untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan pada saat kampanye. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: