Terbaru

Bupati Minta Warga Terdampak Gempa Tinggalkan Aplikator Tak Bermodal

radiokancanta.com – Pengerjaan rumah tahan gempa (RTG) bagi warga yang terdampak gempa di beberapa wilayah di Lombok Timur belum dipandang maksimal karena berbagai faktor. Salah satunya, adanya aplikator yang menjadi pelaksana pembangunan RTG yang tergolong tidak bonafit alias tidak punya cukup uang.

Dalam acara sosialisasi pembangunan rumah tahan gempa (RTG) yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Belanting Kecamatan Sambelia dan Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun, Kamis (18/4) kemarin, Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy meminta warga terdampak gempa yang mendapatkan bantuan pembangunan RTG agar meninggalkan aplikator yang tidak punya uang alias tak bermodal..

Dikatakan Bupati, aplikator yang tidak bermodal, tidak direkomendasikan lagi terlibat dalam pembangunan RTG di wilayah Lombok Timur. Kebijakan itu diambil, dikarenakan aplikator yang tidak memiliki modal menjadi salah satu penyebab dan penghambat pembangunan RTG di Lombok Timur.

Sebagai solusinya, Bupati menegaskan kepada masyarakat untuk berkontrak secara pribadi tanpa melalui kelompok masyarakat (pokmas). Karena keberadaan pokmas maupun fasilitator selama ini, diketahui menjadi persoalan bagi masyarakat terdampak. Terlebih, terdapat beberapa oknum pokmas maupun fasilitator yang rangkap jabatan, bahkan meminta fee dari warga terdampak.

Bupati mengecam tindakan oknum fasilitator yang memanfaatkan korban gempa dengan meminta fee. Baginya, tidak ada tempat bagi oknum fasilitator yang memanfaatkan masyarakat tersebut.

Terhadap pokmas yang sudah melakukan kontrak, namun belum melakukan pembangunan, Bupati juga meminta agar masyarakat meninggalkan pokmas tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa Pemerintah Daerah Lombok Timur telah berupaya membantu masyarakat dengan mendatangkan aplikator bonafit, agar pembangunan RTG dapat dituntaskan dengan cepat. Masyarakat dipersilahkan memilih jenis RTG apapun. Yang terpenting, rumah itu lolos dari verifikasi tim teknis Pemda.

Disebutkan Bupati, sejauh ini tercatat 750 Milyar anggaran  telah ditransfer Pemerintah Pusat ke rekening Pemda Lotim melalui rekening BPBD Lotim. Sisanya, masih 300 Milyar yang akan segera ditransferkan dalam waktu dekat untuk mengisi rekening masyarakat yang belum terisi.

Di Kecamatan Sembalun, terdapat 861 warga terdampak yang belum membangun rumah. Sedangkan di Kecamatan Sembalun, tercatat 652 belum berkontrak.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat yang sudah masuk dalam SK Bupati dan belum memiliki rekening untuk segera melakukan kontrak. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: