Terbaru

Pemegang Polis AUTS Di Lotim Terus Meningkat

radiokancanta.com – Masyarakat peternak di Lombok Timur, khususnya yang memelihara sapi atau kerbau, telah lama mengenal asuransi ternak sapi (AUTS) yang merupakan produk asuransi dari PT. Jasindo. Kehadiran AUTS di Lombok Timur telah mendapat tempat yang baik di hati masyarakat yang dari hari ke hari telah menunjukkan peningkatan kepesertaannya.

Peningkatan jumlah peserta asuransi atau pemegang polis ini, tak lepas dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Di mana, dengan kehadiran AUTS, para peternak semakin tenang dalam mengembangkan usaha di bidang ternak sapi atau kerbau ini. Sebab, dengan adanya AUTS, ada jaminan bagi peternak yang mendapatkan permasalahan. Seperti, jika ternak mati ataupun dicuri, akan ada pemberian santunan 10 juta dari pihak asuransi.

Melihat perkembangan kepesertaan AUTS di Lombok Timur, Pemerintah Daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan semakin memberikan perhatian pada penggunaan AUTS dari PT. Jasindo dengan mengadakan acara launching program AUTS di Dusun Tanak Mira Desa Wanasaba Lauq Kecamatan Wanasaba pada Selasa (30/4).

Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy dalam kesempatan ini mengatakan, ada 2 janji yang diucapkan dulu, di saat sosialisasi kepada Kelompok Tani (Poktan) dan kelompok peternak. Yaitu, akan mengasuransikan ternak dan memberikan bantuan hewan ternak kepada peternak. Selain ternak, pemerintah juga menyediakan asuransi bagi nelayan. Dan agar program ini semakin berkembang, diharapkan ada partisipasi pemerintah provinsi dalam bentuk bantuan ternak.

Atas nama Pemerintah Daerah Lombok Timur, Bupati berterimakasih kepada masyarakat yang telah memelihara ternaknya dengan baik dan juga kepada PT. Jasindo yg telah melaksanakan tugasnya dengan baik melayani peternak.

Sebelumnya, Direktur PT. Jasindo, Aldo Al Dustur dalam sambutannya menyampaikan bahwa asuransi ini diberikan khusus untuk sapi betina. Manfaat program ini, jika sapi peternak mati, peternak mendapatkan santunan sebesar 10 juta. Dengan ketentuan, sapi itu mati disebabkan karena kecelakaan, sakit, melahirkan atau hilang karena kecurian. Nilai itu diberikan dengan harapan dapat menjadi motivasi para peternak untuk membeli indukan yang baru.

Khusus sapi jantan, disebutkannya, tetap mendapatkan asuransi. Hanya saja, mekanisme sapi jantan berbeda dengan sapi betina. Harapannya ke depan, dapat menimbulkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya berasuransi di tengah-tengah masyarakat. Khususnya, para peternak atau petani. Dengan program ini pula, ia berharap dapat memberikan ketenangan pada para peternak dalam menjalankan usaha ternak sapi atau kerbau, dengan tetap mengedepankan metode peternakan yang baik.

Dan kepada Pemda, PT. Jasindo berharap bantuan seperti ini dapat diperluas, tidak hanya perlindungan terhadap sapi, namun juga dapat mendukung terhadap program asuransi usaha tani padi, tani jagung serta perlindungan terhadap jiwa nelayan di daerah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Ir. Tallaat dalam laporannya mengatakan, tahun 2019 Pemda Lotim akan memberikan subsidi (menggratiskan) biaya asuransi ternak melalui dana APBD sebesar 400 juta untuk 10 ribu ekor ternak sapi atau kerbau betina. Sampai Maret 2019, sudah terdaftar calon peserta AUTS sebanyak 2.300 ekor.

Pada tahun 2019, Pemda menanggung 20 persen dan Pemerintah Pusat 80 persen, sehingga peternak digratiskan dari premi yang seharusnya dibayar 200 ribu per ekor/tahun. Target dari Pemerintah Pusat, tahun 2019 sebanyak 2000 ekor dari 5000 ekor yang ditargetkan untuk Provinsi NTB. Mengacu pada target tersebut, ada kekurangan 8.000 ekor yang akan disubsidi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan launching AUTS ini sebagai bentuk kerjasama antara Pemda Lotim dengan perusahaan Asuransi PT. Jasindo Mataram. Serta memperkenalkan secara luas kegiatan asuransi ternak kepada masyarakat.

Sejak digulirkannya program AUTS/K dari tahun 2016 sampai dengan 2018, Lotim merupakan kabupaten terbanyak yang memanfaatkan asuransi. Termasuk juga, terbanyak melakukan klaim ganti rugi akibat kematian dan kehilangan ternak.

Pada tahun 2016, dari 1.321 pemegang polis di NTB, sebanyak 737 polis dari Lotim dan terjadi klaim sebanyak 4 ekor. Tahun 2018 meningkat menjadi 61 ekor yang diklaim dari 1.088 ekor polis.

Pada tahun 2018, terjadi peningkatan peserta asuransi sebanyak 3.649 ekor dan terjadi klaim sebanyak 66 ekor, senilai Rp. 449.250.000. di mana, kebanyakan kasusnya adalah potong paksa. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: