Terbaru

LPA Minta LPP Tak Terlalu Vulgar Pertontonkan Korban Dari Kalangan Anak-Anak

radiokancanta.com – Aktifis Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, M. Riadussyah mengakui begitu besar dampak yang diberikan Lembaga Penyiaran Publik (LPP), baik televisi maupun radio dalam mempengaruhi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Bimbingan Teknis P3SPS yang diprakarsai Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/6) kemarin di Mataram.

Di hadapan para pemimpin lembaga penyiaran, Riadussyah menyampaikan bahwa lembaga penyiaran memiliki peranan yang tak kalah pentingnya dari keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak bangsa. Karena media sebagai penyampai informasi, diyakini mampu memberikan pengaruh besar bagi tumbuh kembang anak.

Terkait hal itu, disampaikannya bahwa dewasa ini sudah menjadi kecenderungan dalam perkembangan anak bahwa tontonan sudah dijadikan sebagai tuntunan. Karena itulah, LPA sebagai institusi yang konsen terhadap persoalan anak, mengharapkan LPP dapat memberikan dan menayangkan informasi yang baik dan berguna bagi tumbuh kembang anak yang menjadi generasi harapan bangsa di masa mendatang.

Ditambahkan Riadussyah, dalam menyampaikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan anak sebagai obyek berita, seperti sebagai korban kekerasan atau lain sebagainya, hendaknya dalam pemberitaannya diupayakan agar tidak terlalu vulgar mempertontonkannya. Sebab, kondisi psikologis harus diperhatikan .

Dalam hal ekspos identitas ataupun alamat korban dari kalangan anak, LPA sendiri hanya berani mengabarkan sebatas wilayah kecamatan dan hanya menggunakan inisial, sebagai upaya menjaga kerahasiaan korban yang harus dijaga beban mentalnya.

Himbauan untuk menghindari pemberitaan yang memperlihatkan korban anak-anak secara vulgar dikarenakan masih adanya lembaga penyiaran atau media massa yang tidak menghiraukan hal tersebut. Terkadang dalam pemberitaannya, wajah korban diblur untuk menjaga kerahasiaan korban. Namun, data sekolah maupun orang tua korban dibuka dengan gamblang yang artinya sama saja dengan membuka lebar-lebar jati diri korban tersebut.

Pentingnya menghindari untuk memperlihatkan korban secara vulgar dimaksudkan untuk menjaga privasi korban demi kehormatannya di masa depan. Karena nasib seseorang di masa depan bisa saja berbeda dengan kondisi pada saat masih anak-anak, terangnya. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: