Terbaru

Program Desmigratif Telah Tumbuhkan Semangat Wirausaha Keluarga Dan Mantan PMI

radiokancanta.com – Program Desa Migran Produktif (desmigratif) Kementerian Ketenagakerjaan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur telah mampu menumbuhkan semangat berwirausaha para mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga para keluarga PMI. Seperti yang terlihat di Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji yang merupakan salah satu desa yang telah ditunjuk sebagai pelaksana program desmigratif ini.

Melalui pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, sejumlah mantan PMI dan keluarga PMI di Desa Korleko telah mulai menunjukkan kebangkitannya dengan menggerakkan berbagai usaha.

Petugas Desmigratif Desa Korleko, Aminah kepada Kancanta pada Sabtu (13/7) mengungkapkan bahwa sejumlah program desmigratif mulai terlihat pergerakannya. 4 pilar desmigratif, yakni layanan migrasi, usaha produktif, community parenting dan lembaga usaha sudah terlaksana semuanya.

Untuk pilar usaha produktif, sejumlah usaha sudah mulai berjalan dan menunjukkan progres yang baik. Seperti lahirnya bank sampah, pembuatan virgin coconut oil (VCO) pembuatan aneka makanan ringan, pembuatan sabun cuci dan pembuatan sapu lidi telah mendapatkan perhatian konsumen hingga di luar daerah.

Untuk produk VCO, ungkapnya, pemasarannya sudah sampai di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Bahkan di daerah tersebut, sudah ada reseller yang siap memasarkan VCO hasil karya keluarga PMI Desa Korleko.

Selain menggalakkan usaha produktif, program desmigratif Desa Korleko juga telah menggandeng Yayasan Nurul Islam Korleko untuk menjalankan community parenting yang lebih menitik beratkan pada program tahfizul qur’an dengan peserta didik dari anak-anak PMI. Program tahfizul qur’an ini diharapkan mampu mencetak anak-anak PMI yang hafal qur’an.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Desa Korleko, Wildan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program desmigratif yang diamanahkan Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2017 lalu ini. Karenanya, melalui dana pemberdayaan yang dianggarkan pada APBDes Korleko, sejumlah usaha yang digerakkan keluarga maupun mantan PMI telah diberikan bantuan dana pemberdayaan agar usaha-usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan baik. Namun demikian, perlu juga ada perhatian besar dari Kementerian Ketenagakerjaan agar usaha-usaha produktif tersebut semakin maju dan berkembang. Sehingga, tujuan mengurangi jumlah warga yang hijrah ke luar negeri untuk bekerja dapat diwujudkan. Karena sudah tersedianya lapangan pekerjaan di tempat tinggalnya, demikian imbuhnya. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: