Terbaru

Warga Pohgading Terus Berupaya Keluarkan Alat Berat Dari Lokasi Penambangan Pasir Besi

radiokancanta.com – Tekad kuat warga Pohgading Kecamatan Pringgabaya dalam menolak kegiatan penambangan pasir besi yang ada di wilayahnya sepertinya tak kenal surut, walaupun saat ini, sejumlah alat berat sudah dioperasikan melakukan penambangan. Hal ini ditunjukkan dengan datangnya utusan warga ke Pendopo menemui Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy pada Jum’at (6/9).

Kedatangan puluhan warga ini dalam rangka mendengarkan sikap Pemerintah Daerah Lombok Timur terhadap kegiatan penambangan pasir besi yang ada di wilayah Desa Pohgading. Pasca pertemuan dengan Bupati, perwakilan dari Forum Peduli Masyarakat Pohgading, Muhammad Takdir menegaskan bahwa masyarakat Pohgading akan terus menolak kegiatan penambangan dengan dalih apapun. Terlebih, menurut informasi yang disampaikan Bupati bahwa izin penambangan di wilayahnya sudah kadaluarsa.

Berbekal keterangan dari Bupati, semangat warga Pohgading semakin kuat untuk melakukan aksi penolakan terhadap kegiatan penambangan pasir besi yang saat ini sudah mulai dilakukan. Sebab diyakini, kegiatan penambangan tersebut akan berdampak buruk bagi lingkungan. Karenanya, warga akan terus mengupayakan agar alat berat yang sudah terlanjur dioperasikan dapat segera dikeluarkan dari wilayah Desa Pohgading. Karena kegiatan penambangan tersebut tidak memiliki dasar hukum atau izin yang jelas.

Sebagai bentuk penolakan dan upaya menghentikan kegiatan penambangan, beberapa warga juga sempat mengusulkan agar dilakukan penutupan jalur menuju area penambangan agar kendaraan pengangkut pasir tidak bisa keluar masuk lagi. Namun terkait usulan ini, Takdir belum bisa memutuskan sendiri untuk melakukan hal tersebut sebelum memusyawarahkannya dengan masyarakat. Terlebih, pihaknya saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah hukum terkait penolakan ini.

Bagi takdir yang ditemani utusan warga lainnya, tindakan pemblokiran jalur ke lokasi penambangan sangat dimungkinkan untuk dilakukan. Namun, perlu koordinasi lebih lanjut dengan segenap elemen masyarakat dan yang sangat jelas adalah bahwa Bupati sudah menyatakan izin yang dipegang perusahaan penambang ini sudah kadaluarsa, artinya perizinan yang dipakainya tidak jelas. Karena itu, masyarakat akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan hal ini, ungkapnya kepada Kancanta di Pendopo Bupati. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: