Terbaru

Pekerja Konstruksi Harus Bersertifikat Terampil

radiokancanta.com – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja di sektor konstruksi harus dilengkapi sertifikat terampil. Demikian juga, perusahaan jasa konstruksi harus menggunakan tenaga kerja yang sudah tersertifikasi. Demikian diterangkan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Eddy Irwanto saat menghadiri acara sertifikasi tenaga kerja terampil konstruksi yang diinisiasi Vlok Foundation Holland di Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya pada Selasa (8/10).

Di hadapan 35 tukang bangunan yang akan disertifikasi, Eddy menyebutkan bahwa sertifikasi ini adalah syarat untuk bekerja di sektor konstruksi sesuai dengan amanat UU Jasa Konstruksi dan dalam rangka memenuhi rantai pasok tenaga kerja konstruksi di wilayah Provinsi NTB.

Pembangunan Infrastruktur tetap menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Pusat, baik tahun berjalan ataupun yang akan datang dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Dikatakannya, tolok ukur keberhasilan pembangunan infrastuktur bukan semata-mata pada dimensi penyelesaian tepat waktu, mutu dan biaya. Namun juga melalui kinerja yang mencakup kehandalan, berfungsinya bangunan sesuai rencana, dan keselamatan dalam pelaksanaan. Dan tentunya yang paling utama adalah pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan.

Dengan terbitnya Undang-Undang Jasa Konstruksi ini, lanjut Eddy, perusahaan jasa konstruksi yang tidak mempekerjakan tenaga kerja yang sudah bersertifikat akan dikenakan sanksi. Karena itulah, pemerintah terus mendorong semua perusahaan agar menggunakan tenaga kerja yang sudah disertifikasi. Seperti yang dilakukan Vlok Foundation Holland pada proyek pembangunan rumah sakit Lombok Hospital ini. Di mana, para pekerja yang belum memiliki sertifikat terampil konstruksi diberikan kesempatan untuk mendapatkannya melalui pelatihan sertifikasi yang dilakukan sekarang ini.

Pemberian setifikat kepada tenaga kerja konstruksi mengacu pada beberapa standard kompetensi kerja yang sudah ditetapkan. Karenanya, dalam penilaian yang melibatkan assesor, para tenaga kerja konstruksi akan dinilai sistem keselamatan kerjanya dan juga yang menyangkut metode kerja.

Tim assesor akan mengamati para tenaga kerja konstruksi saat bekerja. Dan untuk mendalami kemampuan para tenaga kerja konstruksi ini, para assesor juga akan melakukan wawancara langsung saat para pekerja atau tukang bangunan bekerja. Demikian terang Eddy kepada Kancanta. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: