PariwisataTerbaru

Fadli Dikudeta, Royal Didaulat Jadi Ketua Asosiasi Pokdarwis Lotim

radiokancanta.com – Dari hasil musyawarah daerah I Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan pada Kamis (14/11) di Bale Abang Pesanggrahan Desa Timba Nuh Kecamatan Pringgasela, terpilih ketua baru, Royal Sembahulun menggantikan Zainul Fadli yang pada saat musda tidak hadir.

Royal mengungguli 2 kandidat lainnya, Mirzoan Ilhamdi dan Jaya Kusuma yang ditentukan melalui proses pemungutan suara. Royal mendapatkan 42 suara, Mirzoan meraih 23 suara dan Jaya memperoleh 2 suara.

Musyawarah Daerah l Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur ini digagas dan diselenggarakan karena besarnya dorongan dari mayoritas pengurus pokdarwis agar ada reshufel kepengurusan Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur, karena pengurus yang ada selama ini dinilai tidak terlalu aktif. Demikian disampaikan Ketua Panitia Musda I Asosiasi Pokdarwis Lotim, Mirzoan Ilhamdi di lokasi acara.

Persoalan musda ini bukanlah sebuah kudeta kepengurusan, musda ini untuk menyegarkan kepengurusan agar tidak lamban dalam bekerja memajukan pokdarwis, tegas Mirzoan.

Diharapkan dengan terpilihnya pengurus baru, Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur bisa semakin lebih gesit dalam memperjuangkan pokdarwis yang sudah semakin banyak terbentuk di Lombok Timur.

Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur yang digantikan dalam musda ini, Zainul Fadli kepada Kancanta memaparkan bahwa pada prinsipnya, dirinya tidak mempertahankan jabatannya sebagai ketua. Namun, ketidak hadirannya di acara tersebut sebagai bentuk sikapnya yang taat aturan. Di mana, pembentukan Asosiasi Pokdarwis ini melalui tangan pemerintah yang dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur yang telah mengeluarkan SK. Sehingga, jika ada keinginan untuk melakukan pergantian pengurus, seharusnya menempuh jalur yang sama. Bukan dengan cara membuat musda sendiri-sendiri, terangnya.

Saat ini, dari Kementerian Pariwisata sudah membentuk Asosiasi Pokdarwis Indonesia. Namun, persoalan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya belum final disahkan. Inilah yang ditunggu, sehingga pada waktunya nanti, kepengurusan asosiasi pokdarwis ini dapat dilakukan perombakan pengurus dengan payung hukum yang kuat.

Semestinya, lanjut Fadli, para pengurus pokdarwis yang melaksanakan musda di Timba Nuh ini mau bersabar menunggu pakem dari kementerian agar nantinya tidak terjadi pengulangan pemilihan pengurus. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: