Terbaru

25 Desa Di Lotim Lakukan Kaji Banding Ke Banyuwangi

radiokancanta.com – Sebanyak 25 desa yang diplot sebagai desa wisata di Lombok Timur melakukan kaji banding ke desa adat Osing Kemiren Kecamatan Gelegeh Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Kunjungan puluhan desa dari Lombok Timur ke Banyuwangi yang disertai sejumlah OPD ini bertujuan untuk menambah referensi dalam mengembangkan pariwisata.

Dipilihnya Desa Osing Kemiren di Banyuwangi ini sebagai tujuan kaji banding tidak lepas dari prestasi desa tersebut yang menjadi juara lll lomba desa wisata tingkat nasional untuk kategori desa wisata maju.

Kunjungan ke Banyuwangi ini berlangsung 4 hari, dari tanggal 10 sampai tanggal 13 Desember. Rombongan 25 desa beserta sejumlah OPD terkait ini dibawah komando Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Lombok Timur, H. Sahabudin. Acara penerimaan rombongan berlangsung pada Rabu (11/12) kemarin di Aula Kantor Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kabupaten Banyuwagi dan diterima Bupati Banyuwangi yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwagi, M. Yanurar Baramuda.

Dalam kesempatan ini, Asisten ll menyampaikan bahwa Lombok Timur memiliki banyak destinasi wisata. Akan tetapi, penataan dan pengelolaannya masih belum optimal.  Karena itulah, diadakan kaji banding ini yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan  dan pemahaman sumber daya yang ada, mempelajari strategi promosi pariwisata yang bisa mengolaborasi dan mensinergikan seluruh elemen yang ada, utamanya OPD. Termasuk masyarakat dalam  mendukung pelaksanaan even-even besar yang harapannya bisa diterapkan di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M. Yanurar dalam paparannya mengemukakan bahwa dalam upaya mendukung pariwisata sebagai program unggulan di Banyuwangi, Pemerintah Daerah telah menetapkan tiga hal yang harus terpenuhi, yakni amenitas, atraksi dan pengembangan destinasi secara berkelanjutan.

Pembangunan pariwisata di Banyuwangi, lanjutnya, tidak terlepas dari peran Pokdarwis dan masyarakat serta sinergitas seluruh OPD dalam mendukung keberlangsungan sebuah destinasi yang pada akhirnya berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Persaingan pariwisata antar daerah di Indonesia semakin ketat. Untuk itu, perlu strategi agar sebuah daerah tetap dilirik sebagai destinasi. Banyuwangi memiliki strategi itu. Salah  satunya, dengan menambah event.

Tahun 2012, Banyuwangi memiliki 12 event, tahun 2018 melonjak menjadi 75 event dan pada tahun 2019 meningkat kembali menjadi 99 event. Semua event melibatkan seluruh potensi masyarakat Banyuwangi, terang Yanurar.

Ditambahkannya bahwa perkembangan pariwisata membutuhkan komitmen bersama para pemangku kepentingan. Terutama, seluruh OPD yang harus membuang jauh ego sektoral. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: