KesehatanTerbaru

Bahas Penanganan Corona, Pemda Lotim Rapat Sambil Berjemur

radiokancanta.com – Kabupaten Lombok Timur menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjadi daerah zona merah penyebaran Covid_19 dengan ditemukannya 2 pasien yang sudah dinyatakan positif. Mengatasi kondisi yang demikian itu, Kabupaten Lombok Timur dengan Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid_19 bergerak cepat berusaha mencegah penambahan korban positif.

Dengan adanya larangan berkumpul lebih dari 10 orang sebagai bagian dari upaya mencegah penularan Covid_19 dan perlunya menjaga jarak atau social distancing. Maka, pada saat digelar rapat pembahasan penanganan Covid_19 atau Virus Corona pada Senin (30/3) yang menghadirkan pejabat yang cukup banyak. Pemerintah Daerah Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan rapat di halaman Kantor Bupati Lombok Timur sambil berjemur.

Berjemur itu sendiri, menurut beberapa ahli kesehatan dapat meningkatkan imunitas pada tubuh manusia yang menjadi satu hal yang penting dalam memcegah terinfeksi Virus Corona.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid_19 Lombok Timur menggantikan Sekda karena adanya regulasi baru yang menuntut perubahan struktur Gugis Tugas, menyampaikan bahwa pertanggal 29 Maret kemarin, jumlah ODP Covid_19 di Lombok Timur telah mencapai angka 285 orang dengan PDP sebanyak 6 orang serta jumlah yang dinyatakan positif Corona masih tetap 2 orang yang kondisinya sudah berangsur membaik.

Jumlah ODP ini dimungkinkan akan semakin besar, seiring akan semakin banyaknya warga Lombok Timur yang akan kembali dari luar daerah ataupun luar negeri. Seperti yang tercatat, baru-baru ini, di Kecamatan Suela saja, jumlah warga yang pulang mencapai 195 orang. Demikian juga di kecamatan-kecamatan lainnya yang harus mendapatkan perhatian.

Disampaikan Bupati, jika terjadi lonjakan kepulangan warga dari luar negeri, maka tenaga kesehatan yang dimiliki Lombok Timur akan kewalahan. Sebab, diperkirakan jumlah warga Lombok Timur yang masih di luar negeri bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu orang. Sedangkan, jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki pemerintah, hanya sekitar  5.000 lebih yang ditambah dengan tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas-fasilitas kesehatan swasta.

Untuk itu, Dinas Kesehatan diharapkan segera membangun koordinasi dengan melibatkan fasilitas-fasilitas kesehatan swasta yang ada di daerah ini untuk menyiapkan UGD membantu pemeriksaan warga jika nanti dibutuhkan.

Bupati kemudian mengajak semua pihak ikut bergerak bersama memerangi Covid_19 dan Pemerintah Daerah akan berusaha menyiapkan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan dan pencegahan Covid_19.

Bupati menyebutkan bahwa Pemda telah menyisir anggaran sebesar 55 M untuk digunakan dalam penanganan Covid_19 ini yang di antaranya dialokasikan untuk menyiapkan sarana standar pelayanan Covid_19 rumah sakit rujukan, pengadaan alat pelindung diri (APD) termasuk masker, pengadaan bantuan logistik bagi warga yang berstatus ODP. Tak terkecuali, untuk menjamin logistik bagi warga yang dikarantina karena terpapar Corona.

Tak terlupakan, Bupati juga mengapresiasi banyak pihak yang telah membantu pemerintah dalam mencegah ataupun menangani Covid_19 ini. Terutama, para tenaga kesehatan yang selalu sigap walau dengan kelengkapan APD seadanya. (kis)

Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: