Pemerintahan

Bupati Sebut Tindakan Represif Diperlukan Pemerintah Untuk Sadarkan Warga Terapkan Protokol Kesehatan

radiokancanta.com – Jumlah kasus Covid-19 di Lombok Timur terus bergerak. Walaupun jumlah pasien yang sembuh juga cukup membahagiakan. Kondisi yang demikian itu haruslah tetap menjadi perhatian semua pihak agar kasus Covid-19 bisa benar-benar hilang dari daerah ini.

Dalam rapat evaluasi pembukaan destinasi wisata yang berlangsung di Rupatama l Kantor Bupati Lombok Timur pada Rabu (24/6), Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy menyampaikan bahwa perlu adanya penegasan atau tindakan represif dari pemerintah kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19.

  46 Personel Polres Lotim Dan 10 Brimob Naik Pangkat

Dikatakan Bupati, sekarang bukanlah saatnya untuk menghimbau masyarakat. Namun, harus ada upaya tegas dari masyarakat. Sebab, sudah lama dilakukan himbauan. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak memperhatikan standar protokol kesehatan.

Karena itulah, Bupati meminta para camat yang hadir pada rapat evaluasi tersebut agar membangun kerjasama melibatkan 4 pilar yang ada di bawah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap masyarakat.

Di beberapa daerah lain, lanjut Bupati, sudah dilakukan razia masker dengan memberikan beragam hukuman hingga hukuman denda minimal 250 ribu bagi warga yang keluar rumah tanpa menggunakan masker. Setidaknya, langkah-langkah yang demikian itu perlu juga diterapkan di Lombok Timur, ungkap Bupati.

  Sayembara Video Lomba Kampung Sehat, Polres Lotim Siapkan Hadiah 10 Juta

Terlebih saat ini, dalam menyongsong penerapan new normal yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah harus tegas dan masyarakat harus diingatkan dengan keras. Sebab, jika tidak dipaksa, masyarakat akan sangat sulit menjalankan protokol kesehatan, imbuh Bupati. (kis)

Tags
Show More

Related Articles

Berikan komentar anda

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: